Wednesday, November 25, 2015

Peran kita : sebuah renungan

Mengaca pada diri sendiri, dan mencoba meresapi kenyataan yang ada, ternyata bagi Alloh demikian mudahnya dapat mengubah peran hidup manusia dari peran satu ke peran lainnya.
Mungkin tanpa kita sadari atau karena perasaan kita saja, karena peran yang saat ini diberikan Alloh kepada kita terasa lebih lama atau lebih cepat.

Setiap manusia pada dasarnya memiliki peran masing-masing dalam kehidupannya di dunia.
Namun banyak diantara kita menyangka peran itu seperti, jabatan yang melekat pada jabatan yg saat ini dimiliki kita atau lebih luas lagi dalam bentuk misi hidup didunia ini.

Cobalah merenung jabatan yg kita miliki saat ini pun akhirnya harus berakhir, baik krn masa kontraknya sudah habis atau karena memang "dipaksa" utk selesai ataupun karena sukarela kita lepaskan.

Bayangkan juga kalau seandainya seluruh manusia di bumi ini memiliki peran yg sama, apa jadinya dunia ini.

Dan memang sunnatullah kalau peran manusia di bumi ini sdh ada ketetapan pada awalnya. Namun bukan berarti perannya akan begitu terus selama masa hidupnya, walaupun ada juga yg tetap memilih utk tetap dalam perannya sampai akhir hayatnya. Ironiskah? Atau good choice ??
Pernahkah kita merenung bahwa kita tidak dapat memilih siapa orang tua kita? atau Apa status kita pada saat kita lahir? Iya, karena itu  "GIVEN" dari Alloh, "No choice" pada saat kita lahir. Krn pada saat kita lahir sebagai manusia ketetapan itu sudah ada.

Ada sesuatu yg akan mendesak diri kita untuk bertanya-tanya jika nanti kita telah memiliki akal yg cukup utk memahami suatu kehidupan, walaupun masih banyak pertanyaan yg belum tentu terjawab saat itu. Karena memang butuh waktu sampai akal kita matang.
Jawaban-jawaban itu akan terjawab jika memang kita berusaha mencari tahu atau diberikan jawaban oleh Alloh dalam perjalanannya ataupun bisa lewat orang lain baik dalam bentuk nasehat atau perbuatannya.
 
Namun hakekatnya Allohlah yg telah membuka hati dan akal ini untuk menerima jawaban-jawaban tersebut.

Alhamdulillah,  Alloh telah menurunkan pedoman hidup yg disebut ISLAM melalui Quran dan Al-Hadist, sehingga kita sebagai manusia harusnya tidak bingung lagi dengan kehidupan ini. Mengapa? Karena Alloh yang menciptakan manusia maka DIA juga tahu yang sesuai utk ciptaanNya. Ibarat mobil, maka pembuat mobil  pasti telah menyiapkan manual book sebagai guidelines agar pemilik mobil dapat mengendarai mobil tsb.
Itulah gunanya Al-quran dan al-hadist sebagai guidelines bagi manusia.

Sesuai arahan Nabi Saw, guidelines bagi manusia ada 3 panduan : 1. Al-Quran,  2. Al-hadist,  3. Akal. Harus sesuai urutan apabila akan dijadikan hukum dan apabila sebagai kajian ilmu urutannya dapat disesuaikan dengan latar belakang dan pemahamannya, namun harus tetap menjadikan quran 
dan hadist sebagai landasan utama atau dasar.

Inilah yang membedakan manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Dan ini pula yang seharusnya membedakan manusia biasa dengan manusia yg bertaqwa.

Jadi apa relevansinya antara peran manusia dan guidelines diatas.?

Karena sebagian besar manusia melihat peran itu hanya melihat sebagai jabatan/posisi dia saat ini. Sehingga dia lupa dengan hakikat dia diciptakan untuk apa?
Menurut Quran, minimal ada 3 peran manusia dibumi ini, atau dengan bahasa lain ada 3 misi hidup manusia diciptakan, yaitu :
1. Sebagai hamba Allah yg memiliki peran beribadah hanya kepada Alloh,
2. Sebagai khalifah dimuka bumi yg memiliki peran memanfaatkan dan memakmurkan dunia ini sebagai sarana ibadah kepada Alloh,
3. Sebagai penerus para Nabi dan Rasul yang berperan sebagai  penyeru (da'i) kepada manusia yang mengajak manusia lainnya kembali ke hakekat penciptaannya dan juga berperan sebagai penyeru kebenaran & kebaikan (amar ma'ruf) serta pencegah keburukan (nahi munkar).
Kalau seandainya manusia sudah mengetahui peranan dia di dunia ini, maka apapun jabatan/posisi dia di dunia saat ini, seharusnya didasari oleh perannya itu.
Contoh :
Seorang guru, jika dia menyadari perannya didunia ini, dia bisa menjadikan jabatan gurunya sebagai sarana ibadah ke Alloh dan penerus para Nabi dan Rasul dalam berdakwah kepada manusia sehingga murid-murid yang dihasilkan insya Alloh akan memberikan perannya di muka bumi ini sebagai khalifah yang berkualitas.

Seorang yang mendapat perannya sebagai supir, jika dia menyadari misi hidupnya di dunia ini, maka dia akan menjalan jabatannya dengan amanah dan integritas karena merasa ada yang Maha Kuasa mengawasi setiap gerak-gerik kita, hal ini bisa lahir karena kualitas ibadah yang kita miliki.

Teman, apapun posisi, jabatan, status sosial kita pada awalnya given dari Alloh, namun Alloh memberikan juga sarana pendukung agar misi diatas dapat dijalankan. Manusia diberikan kemampuan juga untuk memilih jalan hidupnya masing-masing sehingga dia dapat merubah suatu takdir ke takdir yg lainnya atas iradah (kehendak) Alloh. Ada kosekuensi setiap pilihan yg kita ambil.

Teman, bagi Alloh mudah utk membuat manusia di muka bumi ini dalam kondisi yg bahagia, damai, sejatera, Dan hal-hal baik lainnya. Namun disitulah indahnya kehidupan ini, Karena Alloh menciptakan keseimbangan (tawazun) dimuka bumi ini Dan kelak timbangan (mizan) Alloh di akhirat merupakan timbangan yang akurat Dan tidak dapat dikurangi ataupun dilebihkan. Tiap manusia akan ditimbang seluruh amalnya (amal baik Dan amal buruk), sebagai bentuk keadilan Alloh dan tanggung jawab kita kepada Alloh. 

Semoga kita Bisa memberikan amalan terbaik (ahsanul 'amala) kita utk kemaslahatan orang banyak. 

Wallahu'alam
Administrator

 

No comments:

Post a Comment