*🌻Rumah bau melati🌻*
*Wkt Magrib yg menegangkan.*
*Org2 brgerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari kedlm bangunn angker utk bersembunyi.*
*Tdk ada azan magrib hari itu sbb seluruhny pergi mengejar pencuri laknat yg lancang mencemari rumah suci dg perbuatannya yg keji.*
*Pencuri sialan*
*Dia harus ditangkap & diadili*
*Rombongan masa itu saling sahut-menyahut, mnumpahkn sumpah serapah,sesekali salah satu di antara mrk meneriakkan takbir.*
*Mereka makin dekat.*
*Semerbak melati dibw angin dari arah rerimbunn pepohonan dihalamn rmh angker*
*Rumah bau melati.* *Konon sering ada penampakan wanita yg melayang-layang mengitari rumah.*
*Ia terbang sambil tertawa cekikian.*
*Namun, kali ini siapa yg peduli bau melati?*
*Siapa yg peduli penampakan hantu wanita?*
*Org beramai-ramai.*
*Bahkan di dlm rombongn itu ada Pak Haji, mana mgk wanita itu berani mnampakkn diri?*
*Bau melati makin kental.*
*Kian mnusuk hidung*
*Wangi sekaligus mendtgkan ketenangn yg mengerikan.*
*Tak brp lama kmdn org2 telah sampai di halaman rumah.*
*Allahhu akbar*
*Pak Haji mengucap takbir.*
*Pandanganny menatap tajam ke awang-awang.*
*Smntara warga yg lainnya senyap.*
*Bbrp gemetaran, ada jg yg mulutny sampai menganga.*
*Prmpuan itu muncul,*
*melambung-lambung di antara 2 pepohonan rimbun.*
*Mengapa tak ke masjid?*
*Mengapa tak mngumandangkn azan?*
*Bangsaku sudah brsiap mnutup telinga, bbrp sdh brsembunyi di tempat pembuangan yg kedap bau,*
*sergah wanita yg wajahnya tertutup rambut panjang.*
*Kami mau mnangkap pencuri kotak amal*
*jawab Pak Haji sedikit gemetar.*
*Tidak bisa*
*Dia mncari prlindungn di rumah kami*
*Wajib bagi kami utk melindunginya.*
*Setan terkutuk*
*Sudah terkutuk, sukany membela bandit yg kelakuannya terkutuk*
*Kamu lebih terkutuk* *Kalian semua terkutuk*
*Lecutan kata itu diiringi tawa cekikikn.*
*Bau melati brtebaran*
*Biar aku bacakan kamu ayat2 Allah.*
*Lekas-lekaslah terbakar & enyah kamu ke neraka.*
*Pak Haji membc ayat kursi.*
*Warga berdzikir bersama-sama.*
*Dengung suara dzikir terdengar bagai segerombolan lebah.*
*Tak lekas terbakar, wanita itu malah menirukn bacaan ayat kursi secara fasih.*
*Bgmn bisa ayat suci itu mnghiasi lisanmu,*
*bahkn tiap hari kamu membaca berjus-jus quran, tp tak satu pun yg terselip di hati?*
_*ucap wanita yg kini duduk di atas dahan pohon beringin.*_
*Apa maksudmu, setan busuk?*
*Aku tahu siapa si pencuri kotak amal.*
*Dia cuman anak2.*
*Dia yatim.*
*Kini brtambah jd piatu.*
*Simboknya baru sj meninggal seminggu yg lalu.*
*Tanah kuburannya masih basah lalu kini kalian mau mnghabisiny?*
_*Bgmn bisa pnderitaan anak ini luput dr jangkauan kalian?*_
*Semua terdiam.*
*Pak Haji makin jengkel*
*Tp, bukan berarti dia boleh mencuri.*
*Kamu mngumumkn kas masjid yg puluhan juta itu melalui pengeras suara.*
*Smntara anak ini kelaparan.*
*Hidupny kini sebatang kara.*
*Lalu ke mana saja kas yg puluhan juta itu?*
*Mengapa yg kalian pentingkan hanya pembangunan masjid saja?*
*Klu masjidnya bagus & nyaman, ibadah jadi tenang.*
*Pak Haji masih membela diri meski nada bicaranya makin melunak.*
*Masjid kalian makin megah,makin nyaman, tapi, Allah yg kalian sembah itu kelaparan, kehausan, sdg kalian tak mau mnggubrisny*
*Kurang ajar.*
*Beraninya kamu merendahkan Allah.*
*Mana mgk Allah lapar & kehausan.*
*Pak Haji kembali menaikkan suara.*
*Telunjuknya mengacung ke atas, tasbihny trlihat melilit di prgelangan tangan*
*Dlm setiap jiwa yg kelaparan & kehausan*
*Allah begitu dekat.*
*Apa kalian tak pernah mngasah hati nurani?*
*Wanita itu kembali cekikikan.*
*Perkataan terakhir wanita itu mmbuat hati Pak Haji melunak secara kaffah.*
*Dahulu, di pondok pesantren, ia kerap mndengar hadits qudsi tersebut.*
*Mengapa kini ia malah melupakanny?*
*Tertunduk Pak Haji dalam-dalam.*
*Betapa mnyesalny ia kini.*
*Bau melati semakin tidak wajar.*
*Makin membuat pusing & mual.*
*Bbrp yg tdk kuat mnghirup aroma kental itu akhirny lemas & pingsan.*
*Pak Haji pingsan paling akhir.*
***********
*Pak, bangun*
*Sudah Mahrib. Ayo ke masjid.*
*Bu Haji mmbangunkn suaminya yg tertidur selepas Ashar.*
*Buru-buru Pak Haji ke masjid & mengecek kotak amal.*
*Masih pd tempatnya.*
*Pucat muka pria sepuh itu krn mimpi yg terus berkelebat di benaknya.*
*Usai magrib, Pak Haji & bbrp jamaah mmbongkar kotak amal.*
*Dari hasil yg didapat, sebagian dialokasikn utk pembangunan, sebagian utk kesejahteraan umat.*
*Esok hari, pak haji buru-buru membeli sembako dg uang kotak amal, ditambah uang pribadinya.*
*Ia mendatangi rumah anak yatim yg ada di dlm mimpi.*
*Tersuruk-suruk langkah Pak Haji mmbopong sekarung beras & menenteng bingkisan.*
*Bbrp warga menawariny bantuan utk mmbawakn karung beras, tp Pak Haji menolak.*
*_Ini adalah kelalaianku. Aku mmbiarkn anak yatim itu kelaparan. Aku sendiri yg harus memikulnya._*
_*sekedar *CerNgatPen*_
_(cerita sangat pendek)_
***********🌻🌹🌻***********
No comments:
Post a Comment