Syekh Al-Qalyubi pernah mempertanyakan dalam kitab An-Nawadir, apakah doa benar-benar mengubah takdir atau hanya sekadar ritual menenangkan hati?
Jawabannya mengejutkan, doa adalah seni menawar kepada Sang Maha Pemberi, bukan memaksa namun membangun relasi yang mengubah segalanya.
.
Ada kisah seorang lelaki saleh yang diberi pilihan oleh Allah, kaya di usia muda dan miskin di tua, atau sebaliknya.
Ia memilih miskin di muda karena ingin kuat beribadah, namun istrinya menawar takdir itu dengan usaha bersama yang lebih baik.
.
Pasangan itu akhirnya memilih taat dan ikhlas bersama, lalu Allah mengubah ketetapan-Nya. Mereka diberi kekayaan sepanjang usia, bukan karena pilihan awal mereka
melainkan karena tekad mereka menawar takdir dengan amal shaleh yang tulus dan konsisten.
.
Dzun Nun Al-Mishri dan putrinya melepas ikan hasil tangkapan karena mendengar dzikirnya. Mereka bertawakal dalam keheningan total
lalu makanan turun dari langit selama dua belas tahun, bukan karena kekayaan, tapi karena keberanian melepaskan.
.
Bukan berarti takdir salah, tapi manusia diberi kuasa untuk berdialog dengan Penciptanya. Ikhtiar, doa, dan kesabaran adalah alat tawar-menawar yang Allah izinkan dalam hidup ini
asal niatnya bukan serakah namun mendekatkan diri kepada-Nya.
.
Jadi, masihkah kamu menerima takdir apa adanya begitu saja tanpa berusaha? Atau mulai belajar seni menawar seperti yang diajarkan Syekh Al-Qalyubi, bahwa takdir memang tertulis
tapi tintanya tidak pernah kering dan masih bisa direvisi oleh keikhlasanmu.
Sumber : postingan Facebook
No comments:
Post a Comment