Monday, April 27, 2020

ALAT TUKAR DIAKHIRAT

*ONE DAY ONE HADIST*


Selass, 28 April 2020 / 5 Ramadhan 1441 H

ALAT TUKAR DIAKHIRAT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ n قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasulullah ﷺ bersabda :

_Tahukah engkau siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab : Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Rasulullah ﷺ bersabda, Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa : sholat, puasa, zakat, namun ia juga suka  mencaci-maki orang, menuduh orang lain, memakan harta yang bukan haknya, menumpahkan darah orang lain, serta menganiaya orang lain. Kelak atas  kejahatannya tersebut maka pahalanya akan diberikan kepada orang yang pernah dia aniaya. Jika pahalanya sudah habis sedangkan kesalahannya belum semua terbayar, maka dilemparlah orang itu ketengah- tengah orang yang pernah dia aniaya, dan akhirnya dilemparkan kedalam neraka_. [HR. Muslim, no. 2581].

Orang itu bangkrut karena ia men dzolimi orang lain. *Sholat, Puasa, Zakat, Haji orang semacam itu memang tidak sia-sia*. Masih untung ia mempunyai modal berupa sholat, puasa dan amal sholeh lainnya yang diterima oleh Allah, namun semua itu akan habis digunakan untuk membayar hutangnya akibat penganiayaan yang pernah ia lakukan ketika hidup didunia. 

Didalam hadits lain Rasulullah pernah bersabda :

Siapa saja yang pernah menganiaya saudaranya, baik kehormatannya maupun sesuatu yang lain, hendaknya ia minta ma’af sekarang juga sebelum datang saatnya dimana pada waktu itu Dinar dan Dirham ( Uang ) tidak berguna. Jika tidak, maka apabila ia mempunyai amal shaleh maka amalnya akan diambil sesuai dengan kadar penganiayaan yang pernah dilakukannya. Apabila ia tidak mempunyai lagi amal shaleh maka kejahatan orang yang dianiaya itu diambil dan dilimpahkan kepadanya. ( Riwayat Bukhari ; Shahih Riyadhus Sholihin, Hadits No : 215) 

Orang semacam itu kelak di akhirat akan menangis. Pada Yaumil Akhir Alat Tukar bukan lagi berupa mata uang namun Amal Shalih.

Orang semacam itu biasanya Shaleh secara Ritual namun sayang Akhlaknya tidak Mendukung Keshalehan Ritualnya. Ketika diadili oleh Allah, pada dirinya bergelantungan tangan-tangan orang yang pernah dianiaya, mereka menuntut keadilan terhadap apa-apa yang dulu ketika didunia tidak mereka dapatkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

_Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha  Penerima  taubat  lagi  Maha  Penyayang_.(Al Hujurot : 12) 

Ya Allah,… Jauhkanlah kami dari menganiaya ataupun menjatuhkan kehormatan Saudara2 kami. Janganlah Amal Sholeh kami menjadi sia-sia karena ketidaktahuan kami terhadap hak-hak Saudara kami yang harus kami jaga dan hormati. Aamiiin.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.

_Semoga Ibadah Ramadhan kali ini akan menjadi *Ibadah Ramadhan terbaik* yang bisa kita lakukan selama dalam hidup kita_. Aaaamiiin.

_Jangan sia-siakan Ramadhan , betapa banyak Saudara dan Sahabat kita yang karena Takdirnya tidak bisa lagi menemui Ramadhan dan belum tentu juga tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bisa menemui Ramadhan_. 

Salam

No comments:

Post a Comment