*ONE DAY ONE HADITS*
Kamis, 30 April 2020 / 7 Ramadhan 1441 H
AMALAN AKHIR MU MENENTUKAN TEMPAT MU DI AKHIRAT
سددوا و قاربوا فإن صاحب الجنة يختم له بعمل أهل الجنة و إن عمل أي عمل و إن صاحب النار يختم له بعمل أهل النار
Saddiduu waqooribuu , Fa inna shoohibal jannati yukh-tamu lahu bi ‘amali ahlil jannah.
wa in ‘amila ayya ‘amali wa inna shoohibannar yukh-tamu lahu bi ‘amali ahlin-naar.
_Berbuat dan Berkata baiklah kalian, Karena calon penghuni surga itu (pada akhir hayatnya) akan ditutup dengan amal perbuatan penghuni surga. Sebaliknya calon penghuni neraka itu (pada akhir hayatnya) akan ditutup dengan amal perbuatan penghuni neraka_.
Shahih, Dari Ibnu Amr
HR. Tirmizh, Achmad bin Hanbal & An Nasa’i
(Kitab Shahih Al Jami’ Ash Shoghir – Hadits No. 88)
Hadits ini penting bagi seorang muslim untuk selalu *_menjaga diri dari perbuatan dan Perkataan yang buruk dan jangan sampai perbuatan dan ucapan buruk tersebut ternyata adalah merupakan perbuatan terakhirnya_* sebelum ruh lepas dari tubuhnya. Jika itu sampai terjadi maka kita akan mengetahui kemana kelak tempat tinggalnya di akhirat.
Didunia yang sudah mendekati akhir ini, kita terlalu mudah melihat orang2 yang dengan mudahnya menuduh , menghasud , memfitnah atau mencela orang lain hanya berdasarkan dari satu informasi yang tidak jelas kebenarannya. Kita pun sering ikut-ikutan karena dilandasi oleh ketidak-sukaan diri kita kepada orang atau golongan tertentu.
Atau karena kita mengagumi sosok tertentu maka kita puji habis-habisan orang yang kita kagumi tersebut , padahal kita tidak tahu bagaimana akhir kehidupan dari orang yang kita puji-puji tersebut.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
« لاَ عَلَيْكُمْ أَنْ لاَ تُعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَاناً مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً سَيِّئاً وَإِنَّ الْعَبْدَ لِيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلاً صَالِحاً وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْراً اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ « يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ »
_Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk surga. Akan tetapi, ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek. Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi, ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal.” Para sahabat bertanya, : Apa maksud menunjuki sebelum meninggal ? Nabi ﷺ menjawab, Yaitu memberikan ia Taufik untuk Beramal Shalih dan mati dalam keadaan seperti itu.”
(HR. Ahmad, 3: 120, 123, 230, 257 dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah 347-353 dari jalur dari Humaid, dari Anas bin Malik. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Tahqiq Musnad Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat shahih Bukhari – Muslim. Lihat pula Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1334, hal yang sama dikatakan oleh Syaikh Al-Albani)
Dalam sebuah peristwa Baginda Rasulullah pernah berujar tentang adanya amal perbuatan orang yang kelihatan seperti amalan penghuni surga , namun diakhir hidupnya justru melakukan amalan penghuni neraka.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »
_Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi ﷺ pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah berujar, Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya_. (Bunuh Diri).
Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. SUNGGUH AMALAN ITU DILIHAT DARI AKHIRNYA_.” (HR. Bukhari, no. 6493)
*Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir dari perjalanan hidup kita*.
*Semoga Allah tetap menjaga Istiqomah kita dalam Kebaikan dan Ketaatan dalam beribadah kepada Nya. Sehingga akhir perbuatan kita adalah merupakan Amalan Penghuni Surga. Aamiiin*.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
_Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan : Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka tetap Istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan_. (Al Ahqaf : 13-14)
Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.
_Semoga Ibadah Ramadhan kali ini akan menjadi *Ibadah Ramadhan terbaik* yang bisa kita lakukan selama dalam hidup kita_. Aaaamiiin.
Jangan sia-siakan Ramadhan , betapa banyak Saudara dan Sahabat kita yang karena Takdirnya tidak bisa lagi menemui Ramadhan dan belum tentu juga tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bisa menemui Ramadhan.
Salam
No comments:
Post a Comment