Tuesday, April 28, 2020

SAMPAIKANLAH DENGAN TUTUR KATA YANG BAIK / LEMAH LEMBUT

*ONE DAY ONE HADIST*

_Rabu 29 April 2020 / 6 Ramadhan 1441 H_


SAMPAIKANLAH DENGAN TUTUR KATA YANG BAIK / LEMAH LEMBUT


Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ

_Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga_.” Beliau bersabda :

إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ

_Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik_.

[HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir no. 469 (Maktabah Al ‘Ulum wal Hikam, cetakan kedua, 1404 H). Al ‘Iroqi dalam Takhrij Al Ihya’ (2/246) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus). Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah (1035) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan perowinya terpercaya].

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Untuk bisa masuk kedalam Surga maka harus  mendapatkan ampunan Allah Terlebih dahulu.
2. Diantara perbuatan yang bisa mendatangkan Ampunan Allah adalah suka menyebarkan salam dan Bertutur kata yang baik.

Al Qur’an mengabadikan banyak sekali ayat2 yang menyinggung tentang bagaimana seorang muslim harus bertutur kata.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

 _Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu_.” (QS. Ali Imron: 159).

Memberi nasehat harus dengan perkataan yang baik dan lemah lembut. Bukan hanya kepada orang baik yang akan kita ajak pada kebaikan , bahkan kepada manusia yang paling ingkar sekalipun kalau kita mengajak pada kebaikan maka Allah tetap memerintahkan untuk berkata dengan lemah lembut.

Siapa diantaara kita yang tidak kenal dengan nama Fir’aun.?
Mungkin Tidak ada Manusia yang begitu *Sempurna Kejahatan* nya kecuali Fir’aun.

Ia (Firaun) kumpulkan Harta dgn segala cara seolah dengan hartanya ia dapat hidup abadi.
Ia bunuh rakyatnya yang tidak mengikuti kemauannya.
Ia Bunuh semua bayi laki2 yang baru lahir demi mengikuti ramalan tukang sihirnya.
Dan Puncak dari Kesombongannya adalah, Ia mengaku dirinya sebagai *tuhan*.

Tapi bagaimana Allah memperlakukan Firaun sebelum ditenggelamkan kedalam Laut Merah ?

Walaupun perilaku Firaun telah *MELAMPAUI BATAS* namun sebelum ditenggelamkan kedalam laut ,  Allah masih menunjukkan *KASIH SAYANG* kepada hambanya yang bernama Fir’aun dengan memerintahkan Nabi Musa & Harun untuk mengingatkan Firaun dengan cara *LEMAH LEMBUT*.

Hal tsb terekam didalam Al Qur’an Surat Thoohaa : 43 & 44

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

_(Pergilah kamu berdua kepada Fir`aun, sesungguhnya *dia telah MELAMPAUI BATAS)*_

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

_(Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan *kata-kata yang LEMAH LEMBUT*, mudah-mudahan ia ingat atau takut)_.

Kepada Fir’aun yang طَغَى (Melampaui Batas) saja , Allah tidak langsung menghukum. Diperintahkan Musa dan Harun untuk berdialog terlebih dahulu bahkan harus dengan *KATA-KATA YANG LEMAH LEMBUT*  (لَّيِّناً قَوْلاً)

Betapa Rahman-Nya sifat Allah. Manusia seperti Fir’aun masih diharapkan untuk bertaubat kembali ke jalan-Nya , padahal Fir’aun sangat “Keterlaluan”. 

Bandingkan dengan diri kita. Kepada Orang Tua/Suami/istri/anak/Saudara/Teman , hanya karena masalah kecil , kadang kita lebih sering mengedepankan emosi dengan mengeluarkan kata2 yang menyakitkan dan tidak pantas untuk didengar. Ketika teman kita mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan kita , langsung kita balas dengan ucapan yang lebih kasar. Kita seakan *Kehabisan Kata* untuk mengkomunikasikan ketersinggungan diri kita dengan menggunakan kata2 yang *LEMAH LEMBUT*.

_Dibulan yang penuh berkah ini kita dilatih untuk selalu berkata dengan kalimat yang baik dan lemah lembut. Semoga latihan selama sebulan ini bisa menjadi kebiasaan kita selepas dari bulan Ramadhan_.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.

_Semoga Ibadah Ramadhan kali ini akan menjadi *Ibadah Ramadhan terbaik* yang bisa kita lakukan selama dalam hidup kita_. Aaaamiiin.

_Jangan sia-siakan Ramadhan , betapa banyak Saudara dan Sahabat kita yang karena Takdirnya tidak bisa lagi menemui Ramadhan karena sudah dipanggil terlebih dahulu dan kitapun belum tentu tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan_. 

Salam

No comments:

Post a Comment