Saturday, April 25, 2020

Bandingkan Taubat nya Rasulullah dengan Diri Kita

*ONE DAY ONE HADITS*


Minggu, 26 April 2020 / 3 Ramadhan 1441 H

Bandingkan Taubat nya Rasulullah dengan Diri Kita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ

_Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali_.” (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani di Silsilah Ash Shohihah no. 1600)

*Pelajaran Yang Terdapat di dalam Hadits dan Yang Berkaitan*

1. Rasulullah adalah Manusia Suci bebas dari dosa namun Ia setiap hari tetap beristighfar memohon ampun sedikitnya 100 kali dalam sehari.

Kita sebagai manusia biasa yang setiap hari tidak lepas dari dosa seharusnya istighfar kita lebih banyak dari istighfarnya Rasulullah.

2. Manusia yang tidak pernah lepas dari dosa tidak boleh putus asa dari Rahmat Allah karena ampunan selalu diberikan oleh Allah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ ، وَبِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ

_Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di malam hari_. (HR. Muslim no.7165)

3. Selama Nyawa belum sampai Tenggorokan maka Pintu Taubat selalu terbuka bagi manusia.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لمَ ْيُغَرْغِرْ

_Sungguh Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai di kerongkongan_. (HR. At Tirmidzi, 3880. Ia berkata: “Hadits ini hasan gharib”. Di-hasan-kan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

4. Sebaik-baiknya Manusia yang banyak berbuat bersalah adalah yang sering bertaubat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini gharib”. Di-hasan-kan Al Albani dalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18).

5. Banyak-banyaklah mengucapkan *Robbigfirlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim*

Setiap hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon ampun kepada Allah sebanyak 100 (seratus) kali. Bahkan dalam suatu hadits lain disebutkan, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ampun kepada Allah seratus kali dalam satu majelisnya.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَالْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ مِائَةَ مَرَّةٍ

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dan [Al Muharibi] dari [Malik bin Mighwal] dari [Muhammad bin Suqah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu majlis: *Rabbighfirli watub 'alayya innaka anta tawwabur rahim* (Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha penerima taubat dan maha penyayang)" beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali. (HR. Ibnu Majah No. 3804).

*Tema Hadits Yang Berkaitan dengan A Qur’an :*

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ 

_Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, *janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah*. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)_. (QS. Az Zumar: 53-54).

Fir’aun adalah manusia paling dzolim yang pernah hidup didunia. Di akhir hidupnya ia menyesali hidupnya namun sayang sudah terlambat karena nyawanya sudah ditenggorokannya sehingga taubatnya ditolak.

حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

_Hingga ketika  Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:  *Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil*, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)_. (Yunus : 90)

Semoga Kita Termasuk Hamba Yang Suka Beristighfar & Bertaubat sebelum Ruh meninggalkan diri kita.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَأَتْبِعِ السَّـيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا.

Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya ia menghapusnya.” (HR. at-Tirmidzi no. 1988 dari Muadz bin Jabal. At-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan,” dihasankan oleh al-Albani di Shahih al-Jami’, no. 97 dan Syu’aib al-Arna`uth ditahqiq Riyadh ash-Shalihin, no. 61).
Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah, sebaik-baiknya manusia yang bersalah adalah yang segera bertaubat dari kesalahannya.

Ada beberapa metode untuk menghapus dosa diantaranya adalah dengan banyak melakukan kebaikan. Dengan melakukan kebaikan maka Insya Allah Kesalahan akan terhapus.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman,

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَـوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَـفَـرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عِـنَانَ السَّمَاءِ، ثُمَّ اسْتَغْـفَـرْتَنِيْ، غَـفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُـرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لَأَتَيْتُــكَ بِـقُـرَابِهَا مَغْـفِـرَةً.

_Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan berharap kepadaKu niscaya Aku mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepadaku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh jagat, kemudian kamu bertemu denganKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan memberimu ampunan sepenuh jagat pula_.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3534 dari Anas. At-Tirmidzi berkata, Hadits hasan dinyatakan kuat oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam tahqiqnya atas Riyadh ash-Shalihin, no. 1878).

Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.

_Semoga Ibadah Ramadhan kali ini akan menjadi *Ibadah Ramadhan terbaik* yang bisa kita lakukan selama dalam hidup kita_. Aaaamiiin.

_Jangan sia-siakan Ramadhan , betapa banyak Saudara dan Sahabat kita yang karena Takdirnya sudah dipanggil lebih dulu dan tidak bisa lagi menemui Ramadhan dan kitapun belum tentu tahun depan masih diberi kesempatan untuk bisa menemui Ramadhan_. 

Salam

No comments:

Post a Comment